Jumat, 09 April 2010

Akreditasi, So What Gitu Loh?

Dulu sekali, akreditasi sekolah hanya dikenakan kepada sekolah-sekolah swasta. Boleh dikatakan akreditasi kala itu ditujukan untuk mengklasifikasikan sekolah swasta menjadi: sekolah yang bisa menyelenggarakan Ebtanas (kala itu) sendiri, dan sekolah swasta yang harus menggabung dalam Ebtanas-nya ke sekolah lain (filial).
Untuk sekolah negeri sendiri, tidak ada yang mengenal akreditasi, mungkin pandangan saat itu, sekolah yang diselenggarakan pemerintah sudah secara otomatis memiliki kualifikasi layak menyelenggarakan Ebtanas.
Sejak terjadinya perubahan paradigma besar-besaran dalam dunia pendidikan di Indonesia tercinta ini, sekitar tahun 2004, akreditasi diberlakukan juga bagi sekolah-sekolah negeri. Instrumen yang digunakan masih sangat sederhana. Semua pertanyaan dalam instrumen akreditasi cukup dijawab ada atau tidak dengan bukti fisik cukup menunjukan keberadaannya, tanpa memperhatikan kualitasnya. Misalnya pertanyaan mengenai apakah guru membuat satpel atau tidak, meskipun ada 100 orang guru, asal ada sampel satu buah satpel, sekolah sudah dapat skor satu.
Dengan keluarnya PP 19 tahun 2005 tentang Satndar Nasional Pendidikan, instrumen akreditasi yang dikembangkan oleh BSNP lebih komprehensip, sebab acuan formalnya sangat jelas. Setiap sekolah secara periodik empat tahun sekali diwajibkan untuk mengikuti akreditasi ini. Hasilnya, sekolah memiliki peringkat-peringkat, A, B, atau C yang tertuang di dalam selembar sertifikat.
Pertanyaannya, So What Gitu Loh?
Jika ada satu sekolah dapat peringkat A, apa hebatnya?
Toh pada akhirnya akan sama dengan sekolah yang belum dapat peringkat akreditasi. Sekolah masih bisa menyelenggarakan pendidikan, meluluskan siswa, pokoke jalan terus lah. Tidak ada dampak apapun dalam proses penyelenggaraan sekolah. Tidak bisa membedakan apapun dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah.
Oleh karena itu, pada tulisan ini saya ingin menyampaikan sesuatu mengenai akreditasi sekolah. Kalau kita cermati maknanya, akreditasi merupakan instrumen pemerintah yang paling komprehensip untuk melakukan penilaian terhadap sekolah.

Tidak ada komentar: